Ticker

6/recent/ticker-posts

Ad Code

Responsive Advertisement

Lahirnya Calo KTP dan KK Karena Kita?

Wanasaba.SK_ Berapa biaya membuat KTP? Tanya Pe Kri (53 Tahun) kepada saya ketika duduk santai sambil berbincang disalah satu warung di dusun kami Dusun Lendang Nangka Desa Bebidas, Sabtu 13/7/2019.

Ketika mendengar pertanyaan ini sontak saja saya langsung menjawabnya membuat KTP itu gratis, segala jenis pelayanan administrasi kependudukan baik itu E-KTP,  Akta Kelahiran, Kartu Keluarga dan sejenisnya itu semuanya gratis.

Pe Kri kemudian melanjutkan pertanyaanya, tapi kenapa sewaktu saya dulu ketika mau membuat Kartu Keluarga harus membayar? Pertanyaanya kemudian aku jawab dengan bertanya kembali kepadanya, Dimana tempatnya membuat dan siapa yang membuatkan? Saya menyuruh Y (oknum) untuk menguruskan saya, jawabnya. Mendengar ini akupun menjelaskan kembali kepadanya jika membuat KTP dan Adminduk lainya itu gratis,  yang membuat kita harus membayar itu ketika menggunakan jasa orang lain (calo/oknum) didalam pembuatan KTP dan sejenisnya.

Dari pertanyaan dan percakapan antara saya dengan Pe Kri diatas, saya ingat kembali statmen Camat Suela Sukarma, beberapa minggu yang lalu pada acara Talkshow SpeakerTV yang mengulas terkait pelayanan adminduk, ia mengatakan bahwa yang membuat calo itu masyarakat kita,  yang menggunakan jasa calo itu juga masyarakat kita. Sehingga harapanya supaya didalam mengurus adminduk itu masyarakat sendiri yang langsung datang ke kantor camat maupun di Dinas Dukcapil.

Terkadang Harapan dan kenyataan selalu berbenturan,  dimana pemerintah mengharapkan masyarakatnya untuk mengurus sendiri administrasi kependudukanya disisi lain masyarakat juga banyak yang belum memahami prosedur dan persyaratan apa saja yang harus disiapkan untuk mendapatkan KTP, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran dan lainya.

Dari beberapa ulasan diatas, saya saya yakin masih banyak Pe Keri lain diluaran sana,  terutama yang tinggal di daerah dusun dan dasan sehingga keterbatasan untuk mengakses informasi sangatlah minim.

Akhirnya dari catatan singkat ini,  penulis berharap pihak pemerintah baik itu dari pemerintah desa,  pemerintah kecamatan khususnya Dinas Dukcapil sendiri lebih gencar lagi didalam melakukan sosialiasi dan pelayanan keliling ke penjuru-penjuru desa di Kabupaten Lombok Timur, supaya apa yang menjadi nawacita kita bersama yaitu menuju Lombok Timur tuntas adminduk bisa tercapai. (ci)

Posting Komentar

0 Komentar

Ad Code

Responsive Advertisement