Perigi. SK_ Wakil Bupati Lombok Timur H. Khaerul
Warisin menegaskan banjir bandang yang
menerpa empat desa di Kabupaten Lombok Timur akibat masih tingginya aktivitas
penebangan ilegal pohon di hutan-hutan.
"Dasar sebabnya banyak seperti
pemotongan kayu di hutan secara ilegal, ini masih berlanjut. Penebangan pohon
hukumnya haram," kata wakil bupati saat mengunjungi korban banjir di Desa
Perigi Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur, Rabu 2/3/2016.
Wakil bupati H. Iron mengatakan, masih banyaknya masyarakat yang
belum sadar dengan kondisi lingkungan. Jika hutan dijarah maka pohon-pohon
penyangga hutan akan berkurang. Pihaknya menghimbau kepada warga untuk
sama-sama menjaga hutan.
"warga masih banyak lakukan
penebangan pohon di hutan untuk menanam jagung dan padi, ini bahaya sekali. Ini
sangat berdosa. Jadi jangan lagi, ini harus dihentikan, penebangan liar,"
kata dia.
Menurutnya kabupaten Lombok Timur
termasuk rawan bencana. Pada musim penghujan warga diminta waspada. “Kondisi
kita di Lombok Timur cukup menghawatirkan, jadi pada musim penghujan kita harus
waspada” katanya usai membagikan warga bantuan logistic di Desa Perigi.
Sementara ditempat terpisah Kepala
Desa Perigi Darmawan mengakui kalu persoalan hutan di kawasan Perigi sangat
meprihatinkan. Sejak belasan tahun lalu warga sudah mulai membuat lahan
persawahan di kawasan hutan.
0 Komentar