Ticker

6/recent/ticker-posts

Ad Code

Responsive Advertisement

Anda Keturunan Raja Atau Prajurit?

Lombok Timur. SK_Sadar atau tidak bahawa seorang penguasa, baik penguasa kedatuan, penguasa kerajaaan, dan penguasa lainya pada zaman dahulu menjadi cerminan generasi hari ini. Khususnya para penguasa dan rakyatnya.

Dalam pandangan penulis, dilihat dari cara berbahasa, raja tempo dulu menggunakan  bahasa kasar. Berbeda dengan sikap dan prilaku ataupun tutur bahasa yang disampaikan oleh seorang perajurit lebih mengedepankan kelembutan.

Jika kemudian ini dikomparasikan dengan sikap dan prilku sekarang, maka mereka yang berbahasa lembut dapat dikategorikan mereka adalah berketurunan kaum perajurit, dan sebaliknya mereka yang bahasa kasar adalah seorang berketurunan Raja. 

Tiang, enggih, meran dawek, dan lainya merupakan bahasa dikategorikan lembut. Dan ucapan anta, Loq, Aok, dan selanjutnya adalah bahasa Kasar. Nah dapat kiat simpulkan
siapa yang berkturunan raja dan siapa kturunan parjurit.? Dalam kebiasaan masyarakat susku sasak, ada segelintir oknum mengklaim diri bangsawan dengan menunjukkan bahasa lembutnya.

Dan mereka seteah mendengar celotehan bahasa lembut kategori keturunan Prajurit, maka merekapun merubah perilku lembutnya menjadi kasar agar dikategorikan berketurunan Raja.

Mempertanyakan siapa yang keturunan raja dan prajurit memang tak perlu dipertanyakan. namun penting untuk dirunut kebelakang bahwa semua manusia/ mahluk Allah, baik keturunan bangsawan, anak amaq kangkung, anak priyai, Loq, lalu, baiq dan lainya adalah sama di mata Allah, namun yang membedakan iman dan takwa.

Selain itu, mempertanyakan keturunan siapa dan kasta apa tidaklah amat penting. Yang terpenting adalah melihat apa yang telah diperbuat pada agama, nusa dan bangsanya.

Posting Komentar

6 Komentar

bisa jadi iya,trs klo sjarah dlm pemanggilan Amaq,bpk atau mamiq??
Unknown mengatakan…
Mungkin panggilan amaq itu.mungkin tergolong tinggi.ato istilah dlm kerajan dulu.tolong di terahin
Madani mengatakan…
Sebenarnya bahasa alus lombok itu bukan dilihat dari kosa katannya...
Bahasa yang di katakan alus saat ini bukan lah bahasa lombok/sasak melainkan adopsi dari baret aik...
Bahasa alus sasak/lombok sebenarnya ada pada penyampaian di lombok ada 2 bahasa yang terlihat mencolok perbedaannya yakni ada bahasa yang akhiran A dan akhiran E ... Dalam titur lombok Akhiran E adalah bahasa yang alus namun bukan beraryi bahasa perajurit perlu di garis bawahi bahwa org lombok berkomunikasi mengunakan penjabaran seperti ini... Contoh dalam menyahut atau menjawab panggilan seseorang " andi mbe anta ? Jawabnya Ee inak mene aku... Bukan aaa da ngumbe? Org tua tua dulu mengajarkan generasinya menyahut mengunakan kata E bukan A... Inilah sebenarnya perbwdaan bahasa alus itu...
Madani mengatakan…
Orang sasak dan lombok sebenarnya tidak pernah di ajarkan berbahasa alus kecuali mereka mereka yang intim dengan penguasa pada masa kekuasaan bali (bangsa luar)

Madani mengatakan…
Perlu di ketahui juga bangsa ama bukanlah jajar karang bangsa ama ini adalah bangsa tertua peradaban pulau ini... Siapa sebenarnya raden siapa sebenarnya lalu apakah anda adalah pendatang...? Jawab dengan jujur dalam hati saja? Sy pribadi menjawab bangsa ama adalah bangsa tertua penghuni sunda nusantara ini... Karena iatilah inilah uang masih di pakai sumatera lombok sumbawa bima hingga NTT...
Unknown mengatakan…
Itu potonya siapa, ada yang tau

Ad Code

Responsive Advertisement