Ticker

6/recent/ticker-posts

Ad Code

Responsive Advertisement

Diduka Menyedot Pasir Besi, Base camp PT AMG Dibakar Massa

Pringga Baya. SK_Kehadiran Kapal milik PT AMG di Pantai Ketapang Desa Pringgabaya sebulan terakhir ini sedang menjadi perbincangan warga. Berkali-kali warga minta penjelasan apa kegiatan kapal milik PT AMG selama ini.

Warga tengah menaruh curiga bahwa Kapal ini ada aktifitas terselubung berupa menyedot pasir besi dari dasar laut. Kecurigaan ini cukup beralasan karena sering kali para nelayan yang kebetulan melintas di sekitar kapal tersebut melihat keadaan yang aneh. Salah satu diantaranya adalah keadaan air laut di sekitar kapal keruh dan telah terjadinya perubahan kedalaman laut. Itu hal yang dirasakan oleh para nelayan di pantai Embang-embangan Desa Pringgabaya Utara.


Puncak kecurigaan warga terjadi ketika pada malam Kamis tanggal 29 Januari 2014 Kapal Milik PT AMG berlayar kearah selatan, sementara di Pantai Tanjung Menangis bagian selatan telah menunggu Kapal Tongkang sehingga diduga kapal Tongkang ini sedang menunggu Kapal pengeruk guna memindahkan pasir hasil sedotannya selama ini.


Timbulnya berbagai gelagat yang mencurigakan inilah yang menyebabkan warga berupaya untuk memastikan apa sesungguhnya aktifitas Kapal milik PT AMG selama ini, sebab keterangan yang diberikan oleh PT AMG terindikasi berbeda dengan pantauan warga selama ini.

Sekitar pukul 16.00 sore, kamis 30/1/2014, berangkatlah dua Sampan milik para nelayan setempat guna menemui secara langsung kapal tersebut. Sementara di pinggir pantai Ketapang telah berkumpul ratusan warga guna mengetahui keadaan yang sesunguhya.

Camat Pringgabaya Samsul Rizal yang ditunggu-tunggu warga malah tidak kunjung datang ke lokasi, sebab menurut keterangan warga, bahwa camat Pringgabaya memberikan waktu 3 hari sejak hari Selasa pekan ini, Kapal PT AMG agar meninggalkan pantai Ketapang. Namun faktanya hingga hari ini kamis 30 Januari 2014 Kapal tersebut masih tetap berlabuh di pantai Ketapang.

Menurut warga sudah cukup alasan bagi warga untuk mengusir paksa kapal tersebut. Kondisi ini diperuncing dengan adanya informasi dari Tim yang mendatangi kapal tersebut bahwa ternyata di dalam kapal ditemukan puluhan Ton Pasir Besi. Sejak itu serentak warga bergerak menuju lokasi Base Camp PT AMG.

Dengan berdasarkan pada informasi Tim yang mendatangi Kapal Milim PT.AMG, warga berkesimpulan ternyata benar dugaan warga bahwa Kapal tersebut selama ini melakukan penyedotan psir Besi dari dasar laut.

Entah dari mana dan siapa yang memulai tiba-tiba api membumbung Tinggi dari Base Camp tepat di gudang penyimpanan mesin-mesin dan berbagai Trapo milik perusahaan. Mesin-mesin penyedot pasir yang ada di pinggir pantaipun tidak luput dari amukan massa.

Aparat yang berjaga-jaga dilokasi aksi tidak mampu berbuat apa-apa. Base Camp PT AMG luluh lantah seketika. Seiring dengan gelapnya malam wargapun berangsur-angsur pulang meninggalkan lokasi PT.AMG.

Adapun Kapal Milik AMG sempat digiring hingga ke pinggir pantai oleh warga, dan setelah mengambil barang bukti berupa pasir besi hasil sedotan dari dasar laut, Kapal dan ABK dilepas namun tidak boleh meninggalkan pantai Ketapang hingga ada keputusan selanjutnya.
Kini apa yang penulis sampaikan ke Publik selama ini menjadi kenyataan.

Ketika pihak perusahaan atau siapapun pihak terkait termasuk Pemerintah Daerah Lombok Timur tidak mengajak warga berembuk dan menyampaikan keadaan secara terbuka maka itu sama halnya dengan bagai api dalam sekam dan suatu saat akan membakar banyak pihak. Kenyataanya hari ini terjadi apa yang semua pihak khawatirkan.Jika demikian maka berbicara penambangan tidaklah semudah membalik telapak tangan. Apa lagi Menambang dipulau kecil.

Posting Komentar

0 Komentar

Ad Code

Responsive Advertisement